HIPNOTIS

oleh -568 Dilihat

PRABUMULIH,lensakhatulistiwa.com
Di jalan Surip RT/24 RW/10 Kelulrahan Mangga Besar, Kecamatan Prabumulih Utara Kota Prabumulih.

Datini 53 tahun Prabumulih seorang ibu rumah tangga(IRT),jalan Arimbi, RT/03 RW/05, Kecamatan Prabumulih Timur Kota Prabumulih,korban dari HIPNOTIS.

Kerugian korban
perhiasan berjumlah 24 suku dengan harga lebih kurang Rp.170.000.000 (seratus tujuh puluh juta rupiah)

Adapun kronologi kejadian.
Pada saat pelapor berjalan kaki pergi kepasar belakang, pelapor bertemu dengan 2 orang laki-laki yang tidak dikenal mengendarai motor yamaha LEXI 1 orang pelaku bersalaman dengan korban sambil mengeluarkan 1 buah koin dan berkata kepada pelapor dimana alamat gambar di koin warna kuning yang dipegang pelaku, dijawab pelapor tidak tahu alamat tersebut satu orang pelaku lainnya mengatakan kepada pelapor koin ini banyak kegunaan sambil memegang silet pelaku menyiletkan ketangan dan tangan pelaku tidak apa apa.

Kemudian kedua pelaku menyuruh pelapor untuk membeli koin tersebut, Selanjutnya kedua pelaku mengajak pelapor kerumahnya sambil menyuruh membeli koin tersebut dengan uang atau perhiasan milik pelapor.

Baca juga :  Forum Wartawan Way Kanan Adakan Aksi Dikantor Dinas Kominfo

Sesampainya dirumah pelapor mengambil 1 buah dompet berisikan perhiasan emas berupa kalung, liontin, gelang dan cincin sejumlah 24 suku serta surat surat emas.

Kemudian pelapor dan 2 pelaku pergi ke depan toko sejahtera disamping masjid al-hikmah, pelapor langsung menyerahkan dompet berisikan perhiasan tersebut kepada pelaku dan pelaku langsung pergi.

Pelaku/tersangka di tangkap
Pada hari Rabu tanggal 01 Mei 2024 team opsnal beruang madu Polsek Prabumulih Barat mendapatkan laporan telah terjadi tindak pidana penipuan (HIPNOTIS) dengan kerugian korban sebanyak 24 suku emas dengan harga lebih kurang Rp.170.000.000 (seratus tujuh puluh juta rupiah), kemudian Kapolsek  Prabumulih Barat AKP YANI ISKANDAR, S.H. memerintahkan Kanit Reskrim  AIPDA PUTRAN AGUS WARSONO, S.H. bersama team opsnal beruang madu Polsek Prabumulih Barat untuk melakukan penyelidikan, setelah 1 minggu melakukan penyelidikan team opsnal beruang madu Polsek Prabumulih Barat berhasil mendapatkan identitas pelaku dan langsung melakukan pembuntutan jejak pelaku dari Kota Palembang ke Kabupaten Muba kemudian ke Kota Lubuk Linggau dan Pada hari kamis tanggal 09 Mei 2024 sekira jam 12.00 Wib tepatnya di jalan lintas Sumatera Selatan,Provinsi Bengkulu tepatnya di Kabupaten Rejang Lebong Povinsi Bengkulu team opsnal beruang madu Polsek Prabumulih Barat berhasil mengamankan 2 orang pelaku yang bernama SUNARYO EDI dan YENDI SAPUTRA beserta barang bukti, kemudian dilakukan introgasi dan 2 orang pelaku mengakui telah melakukan penipuan (hipnotis) di wilayah hukum Polsek Prabumulih Barat, selanjutya pelaku beserta barang bukti langsung diamankan ke polsek prabumulih barat.

Baca juga :  AUDENSI KETUA PENGADILAN AGAMA MARTAPURA DI SAMBUT HANGAT OLEH BUPATI OKU TIMUR, Ir. H. Lanosin,M.T

EDI SUNARYO 54 tahun Karang Agung,
Jalan Sukakarya Naskah II RT/44 RW/13 Kelurahan Sukarami Kecamatan Sukarami Kota Palembang.

YENDI SAPUTRA 23 tahun Karang Agung
Desa Karang Agung Kecamatan Abab Kabupaten Pali.

EDI SUNARYO/YENDI SAPUTRA, tersangka pelaku HIPNOTIS,adapun barang bukti yang di dapat berupa,

Uang Tunai Rp.80.000
2 buah dompet coklat
1 buah buku catatan
1 buah kacamata
Rekaman CCTV

Tersangka EDI SUNARYO merupakan residivis perkara penipuan (HIPNOTIS) dan pernah menjalani hukuman di Provinsi Riau dan tersangka mendapatkan keuntungan Rp.58.000.000 (lima puluh delapan juta rupiah) dari hasil melakukan tindak pidana penipuan (HIPNOTIS) di wilaya hukum polsek prabumulih barat

Baca juga :  Bola Panas Dugaan Skandal Suap yang Melibatkan Oknum Komisioner KPU Indramayu

Tersangka YENDI SAPUTRA mendapatkan keuntungan Rp.48.000.000 (empat puluh delapan juta rupiah) dari hasil melakukan tindak pidana penipuan (HIPNOTIS) di wilaya hukum polsek prabumulih barat.

Kini kedua tersangka telah diamankan, berikut barang bukti.

(LK – SAKRIN)

No More Posts Available.

No more pages to load.