Bocah Tenggelam Jenazahnya Ditemukan Warga Yang Sedang Mancing

oleh -352 Dilihat

OKU BATURAJA,lensakhatulistiwa.com
Setelah beberapa hari pencarian, bocah malang Dimas Arjuna akhirnya ditemukan.
Hanya saja, bocah berusia 8 tahun itu ditemukan jasadnya telah kaku di sungai Desa Belatung Kecamatan Lubuk Batang.
Kabar penemuan jasad diungkap Kepala Desa Lubuk Batang Baru Rendi Arnovan, Kamis 11 Juli 2024.
“Sudah ditemukan pukul 18.30 wib, ” ujarnya melalui pesan singkat.
Masih menurutnya, jasad korban ditemukan tiga orang warga Desa Belatung yang sedang memancing. Ketiganya yakni, Muhlis, Cahya, dan Alex
Posisi korban ditemukan tersangkut di kayu tanpa mengenakan pakaian di tubuhnya.
Untuk diketahui, Dimas warga Desa Lubuk Batang Baru dikabarkan hilang di aliran sungai Ogan Desa Lubuk Batang Baru, Rabu 10 Juli 2024.

Baca juga :  AAIB Jawa Tengah Deklarasi Dukung Pasangan Prabowo-Gibran

Upaya pencarian korban tenggelam di sungai Ogan Desa Lubuk Batang Baru Dimas Arjuna, terhenti pada pukul 23.00 wib, Rabu 10 Juli 2024.
Dinas Arjuna dikabarkan hilang di sungai pada Rabu petang sekitar pukul 17.30 wib. Ia diduga tenggelam, saat mandi di tepian sungai Ogan.

“Pencarian dimulai saat kejadian hingga pukul 23.00 wib. Pencarian ini bersama dengan tim BPBD Kabupaten OKU, pihak kecamatan, perangkat desa dan lapisan masyarakat, ” ujar Kades Lubuk Batang Baru Randi Arnovan.

Baca juga :  Polres Magelang Kota Beri Pengamanan Pemberangkatan Jamaah Calon Haji Tahun 2024

Dijelaskan Randi, rencana pencarian akan dilanjutkan Kamis 11 Juli 2024. Keterangan yang didapatnya, sebelum korban hilang, mereka bertiga mandi di sungai Ogan.
“Sungai dengan rumah korban tidak jauh, ” tuturnya.

Camat Lubuk Batang Emharis Suryadi Putera membenarkan jika ada warga Desa Lubuk Batang Baru tenggelam di sungai Ogan. Bahkan pihaknya langsung ke lokasi saat mendapati laporan.
“Begitu mendapat kabar, kami langsung ke lokasi, ” ujarnya.

Baca juga :  KPUD OKU Gelar Acara Peluncuran Pilkada Pemilihan Bupati Dan Wakil Bupati Serentak Tahun 2024-2029

Ia berpesan kepada masyarakat yang tinggal di bantaran sungai lebih waspada.
“Soalnya kejadian seperti ini bisa terjadi pada anak-anak ataupun orang dewasa,” Ungkapnya.

(RED – LK)

No More Posts Available.

No more pages to load.